Model Keuangan Temboan 80 ha

5 skenario harga akuisisi lahan (4 fixed + 1 custom) — adaptasi DOC-007 (500 ha) + data DOC-008 (Temboan)Mengisi GAP-001

Total lahan: Rp 17,6 M (80 ha)

Parameter OperasionalAdjustable

Total pohon kelapa di 80 ha — mempengaruhi produksi, biaya panen, dan logistik
Hasil panen per pohon per tahun — driver utama revenue (belum divalidasi uji petik)
Harga jual kelapa butiran kupas jambul — median pasar Rp 2.450 (DOC-007)
Cadangan kas operasional awal — masuk CAPEX, dihitung dari total OPEX bulanan
Komponen Pajak & Nilai Sisa (opsional)
Skema Pembayaran Lahan (opsional)
Asumsi Proyeksi
Nilai waktu uang — makin tinggi, makin berat diskon cashflow masa depan → NPV turun
Kenaikan harga jual kelapa per tahun — dipengaruhi harga komoditas
Kenaikan biaya operasional (SDM, pupuk, logistik) per tahun
Horizon analisis NPV/IRR — makin panjang, makin banyak cashflow dihitung

Perbandingan CAPEX — 5 Skenario Harga Lahan

Angka aset dan SDM bisa diedit langsung (klik angka untuk mengubah).

Komponen Target Akuisisi
Rp 20k/m²
Target Negosiasi
Rp 25k/m²
Batas Maks
Rp 30k/m²
Penawaran
Rp 40k/m²
Custom
Rp 22k/m²
Pembelian Lahan 80 ha 16.000.000.000 20.000.000.000 24.000.000.000 32.000.000.000 —
Gedung Operasional jt kantor lapangan + gudang
Motor Operasional (1) jt supervisi kebun harian
Peralatan Kebun jt cangkul, parang, sprayer, selang
Mesin (pompa, genset) jt irigasi + backup listrik
Pickup Pengangkut jt angkut hasil panen ke pengepul
Subtotal Non-Lahan 810.000.000 (sama semua skenario)
Modal Kerja (6 bln OPEX) —————
Biaya Lain Akuisisi Lahan jt pengukuran, penelusuran dokumen, notaris, dll
TOTAL CAPEX —————
Payback Period —————
ROI Tahunan —————

OPEX — Biaya Operasional Tahunan

Sama untuk semua skenario harga lahan — OPEX tidak bergantung pada harga beli tanah.

KomponenRp / TahunBasis
SDM Tetap — 4 Orang
Manajer Kebun (1)jtDefault: Rp 8 jt/bln × 12
Kasir/Akuntan (1)jtDefault: Rp 4 jt/bln × 12
Perawat Kebun (2)jtDefault: Rp 4 jt/bln × 2 × 12
Subtotal SDM Tetap240.000.000
Biaya Variabel
Pemanen Harian Lepas——
Pupuk & PerawatanjtDefault: Rp 1,5 jt/ha × 80
Logistik (transport)—Rp 200/butir
Gudang TransitjtDefault: sewa/operasional
Overhead & AdminjtDefault: Rp 300k/ha × 80
Subtotal sebelum risiko—
Cadangan Risiko (15% variabel)—15% × biaya variabel (panen + pupuk + logistik)
TOTAL OPEX / TAHUN—
OPEX / Bulan—Total OPEX ÷ 12

Revenue, Cashflow & Investasi — 5 Skenario

Metrik Target Akuisisi
Rp 20k/m²
Target Negosiasi
Rp 25k/m²
Batas Maks
Rp 30k/m²
Penawaran
Rp 40k/m²
Custom
Total Produksi—
Pendapatan Kotor—
Total OPEX—
Net Cashflow / Tahun —
Total CAPEX —————
ROI Tahunan —————
Payback Period —————
Payback (tanpa lahan)—
NPV —————
IRR (return tahunan efektif) —————
Margin / Butir—Keuntungan bersih per butir kelapa terjual
Margin / Ha—Kontribusi margin per hektar (di luar SDM tetap)
BEP Lahan—Minimal luas lahan agar revenue menutup seluruh OPEX
Produksi / Ha—Total butir kelapa per hektar per tahun

Proyeksi Multi-Tahun

Angka besar di bawah adalah NPV (Net Present Value): jika positif, artinya total keuntungan dari kebun ini (setelah memperhitungkan bahwa uang hari ini lebih berharga dari uang di masa depan) masih lebih besar dari modal yang dikeluarkan. Jika negatif, artinya dalam periode tersebut modal belum kembali sepenuhnya.

Matriks Sensitivitas — Harga Lahan × Produktivitas

Setiap sel menunjukkan berapa tahun modal kembali (payback statis, tanpa inflasi) pada kombinasi harga lahan dan produktivitas tertentu.
 <10 th  10–15 th  >15 th

Visualisasi Keuangan

Cashflow Kumulatif — 5 Skenario

Garis menunjukkan akumulasi arus kas bersih per tahun. Titik pada garis nol = modal kembali (payback). Skenario di bawah nol berarti modal belum pulih dalam periode proyeksi.

Komposisi CAPEX

Proporsi komponen investasi awal. Bar atas = total CAPEX; bar bawah = zoom ke komponen non-lahan. Skenario Target Akuisisi (Rp 20k/m²).

Revenue vs OPEX per Tahun

Perbandingan pendapatan dan biaya per tahun dengan inflasi. Selisih hijau di atas merah = margin operasional.

Sensitivitas Parameter terhadap NPV

Setiap parameter diubah ±20% dari nilai saat ini. Bar menunjukkan dampak pada NPV skenario Target Akuisisi. Parameter teratas paling berpengaruh.

Sumber Data & Metodologi
• SDM diadaptasi dari DOC-007 §3: 500 ha/5 divisi → 80 ha/1 divisi. Manajemen pusat 2 orang tetap.
• Upah panen: Rp 10.000/pohon/kunjungan (DOC-007 §5.1). Frekuensi panen = f(produktivitas).
• Harga jual: Rp 2.100–2.800/butir kupas jambul, median Rp 2.450 (DOC-007 §5.1).
• Kepadatan: 90 pohon/ha standar. Temboan aktual: 100–113 pohon/ha (DOC-008).
• Produktivitas: 40–50 butir/pohon/panen × 3–4 panen/th = 120–200 butir/pohon/th. Belum divalidasi uji petik.
• 4 skenario harga lahan fixed + 1 skenario custom dari DOC-008 Analisis Harga Wajar Akuisisi.
• Cadangan risiko 15% hanya atas biaya variabel. SDM tetap tidak di-buffer.
• Depresiasi aset straight-line: gedung 20 th, motor & peralatan 5 th, mesin & pickup 8 th.
• NPV / IRR dihitung dari proyeksi multi-tahun. Inflasi revenue dan biaya diatur terpisah.
• Nilai sisa lahan: jika dicentang, harga beli lahan ditambahkan sebagai cashflow positif di tahun terakhir.
• PP 55/2022: PPh Final 0,5% dari omzet bruto. Max 4 tahun untuk PT baru, omzet ≤ Rp 4,8 M/th.
• Pasal 31E UU PPh: Diskon 50% tarif PPh untuk bagian PKP sebanding omzet ≤ Rp 4,8 M/th. Rumus: PPh = 11% × (4,8M/omzet × PKP) + 22% × sisanya.
• Pajak lainnya: BPHTB 5% atas (NPOP − Rp 80 jt NPOPTKP). PBB: 0,5% × NJKP; NJOP est. Rp 5.000/m².
• Skema pembayaran lahan: DP + cicilan merata tanpa bunga. BPHTB dan biaya lain akuisisi tetap dibayar di Tahun 0. Cicilan mengurangi net cashflow di tahun pembayaran, mempengaruhi NPV/IRR.
• Biaya lain akuisisi lahan: pengukuran, penelusuran dokumen, notaris, PPAT, dll. Default Rp 0 (disesuaikan pengguna).
• Belum termasuk: revenue hilirisasi (sabut/VCO/MCT), potensi wisata pantai, apresiasi nilai lahan.

Sumber: DOC-007 (Laporan Strategis, Apr 2026) · DOC-008 (Prioritas Lokasi, Jul 2026) · DOC-009 (Industri Kelapa Sulut)